Blognya Bunda Ze

Tempat Bunda belajar menulis sekaligus berbagi….

Bunda, dokter pertama di kala anak sakit

on January 28, 2013

[Mulai ditulis beberapa hari yg lalu, mencuri waktu ketika menggendong Ziqri yg terlelap. Kalau ga sambil melakukan ‘kegiatan’ lain, rasa penat dan pegal makin terasa.]

Kalau dihitung2, dikurangi wkt mandi dan tidur, juga ke kamar mandi, rasa2nya sudah 3 hari 3 malam ini (bisa jadi lebih) saya menggendong Ziqri (2 th), putra kedua saya. Ziqri batuk pilek dan demam, penyakit biasa untuk anak2 usia balita, namun untuk kali ini tidak biasa bagi saya. Biasanya kalo terserang batpil, Ziqri akan rewel/demam hanya dalam 1 hari. Setelah itu dia akan ceria seperti biasa meski hidung masih meler atau batuk sesekali sampai akhirnya sembuh total dalam 2-7 hari. Mbak Shaznin yang jg kompakan batpil, hanya demam dan lemes sehari semalam. Sementara Ziqri, udah 4 hari dia batpil plus demam naik turun. Hari2 maunya digendong terus. Tidak mau makan, hanya mau airputih dan ASI.

Hati ibu mana yang ‘tega’ mendengar batuk bertubi2, nafas yang susah karena mampet, blm lagi panas badannya begitu terasa di dada saya. Matanya sayu, keliatan makin kurus dan ga bergairah untuk main. Kalau saya ceritakan tentang kondisi Ziqri ke orangtua saya, pastilah mereka mendesak saya untuk pergi ke dokter dan minumkan obat. Disinilah prinsip RUM/RUD saya diuji. Diuji bukannya oleh keinginan memberi obat batuk pilek. Melainkan diuji oleh ‘omongan/komentar’ orang lain. Dari yang nyaranin kasih obat ini itu sampai yang mempertanyakan kenapa ga ke dokter, kenapa ga dikasih obat? Di tengah kondisi hati yang ‘nelongso’ krn melihat anak sptnya menderita, pertanyaan2 spt itu terasa membebani saya. Bahkan terkadang saya merasa spt dihakimi. Tega benerrr sama anak sendiri.

Secara lahiriah, orang mungkin akan menilai saya tenang atau malah cuek dg sakitnya anak. Padahal, di dalam hati saya ketar-ketir, gelisah dan bertanya2, “Kenapa kok lebih parah daripada biasanya?” Rasanya ingin segera ke dokter, apalagi mengingat rumah saya yg cukup dekat dengan klinik Markas Sehat dimana dokter2nya adalah dokter penganut RUM/RUD.

Namun, bukannya malah langsung ke dokter,saya akhirnya meneguhkan kembali diri saya untuk mengobservasi sakitnya Ziqri dan mencari2 info melalui internet. Thanks to http://www.milissehat.web.id, juga mayoclinic.com yang menjadi kamus penyakit saya. Inilah ‘diagnosa’ saya hasil observasi dan liat2 ‘kamus penyakit’:

1. Demam yg naik turun sekedar pertanda bahwa virus batuk pilek memang masih ada dan daya tahan tubuh Ziqri sedang bertarung melawannya. Batuk pilek tidak perlu obat, cukup cairan. Alhamdulillah ASI dan air putih lancar. Jika pilek membuat mampet, bisa terapi uap di rumah atau dibantu dg tetesan Nacl (merk Breathy). Demam, jika memang anak sdh rewel (tidak nyaman), baru dikasih paracetamol (merk yang aman: Tempra anak). Tapi anaknya ga mau minum obat, jd saya ‘genjot’ lagi asupan cairannya.

2. Tidak dehidrasi, pipis masih banyak.
3. Ziq tidak mau makan, kemungkinan tenggorokan sakit atau malah mau tumbuh gigi (saat itu saya belum bisa melihat apakah ada gigi baru yg mau tumbuh). Jika memang radang, juga tdk perlu antibiotik. Kalau krn tumbuh gigi, berarti ‘normal’.
4. InsyaAllah bukan demam berdarah. Krn biasanya DB tidak disertai dengan batpil.
5. Campak atau roseola…belum ada bintik2 merah, baik ketika masih demam ataupun ketika sedang turun.

Kesimpulannya, Ziqri masih dlm kondisi sakit yang normal dan belum membutuhkan obat ataupun perawatan dr dokter scr khusus. Bunda hanya perlu sedikit bersabar menghadapi kerewelannya dan meneguhkan hati melihatnya sakit.

Daann…alhamdulillah, akhirnya di hari ke 5, bunda melihat ‘putih2’ di gusi gerahamnya. Yippiee…berarti demam dan ga mau makannya krn mau tumbuh gigi geraham, yg memang katanya lebih bikin senut2 dan demam, dibanding gigi2 lainnya. Ya, selama ini ziqri memang ga pernah demam kalau mau tumbuh gigi, beda sama mbak Shaznin yg dulu sempet bbrp kali demam.

Pfffiuuh lega. Hari ini, hari ke 7 sejak Ziqri mulai sakit. Makannya baru sedikit2…masih gelendotan, demam sudah hilang dan sudah main sepeda di luar rumah. Sehat terus ya, nakπŸ™‚

Jadi, kalau boleh saya simpulkan, ada 3 hal utama yang harus dilakukan oleh orangtua ketika anak sakit: tenang, observasi (sambil ngubek2 referensi) dan lakukan treatment yang memang diperlukan (jangan sampai overtreatment). Semoga bermanfaat.πŸ™‚


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

RedCarra's Notes

Journal of Creative Writing, Blogging, Graphic Design and Daily Life

MAMAKU KOKI HANDAL !

walaupun masakan mama nggak sekece masakan koki hotel bintang 5, tapi masakan mama tetap paling penuh cinta. aku cinta masakan mamaku!

ruang cerita shant

apa adanya bukan seadanya

CENDEKIA

Kids and Junior Science Center

Syauqiya

My Life, My inspiration

Ellina Supendy

My Life and My World

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Dina Y. Sulaeman

About Life, Parenting, and Motherhood

catatan mama nisa

Jadi Ibu di Jepang.

Mencoba Sakinah

----- Keluarga KamiL -----

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Enlighten & Empower

Which of your Lord's Blessings would you deny...

miapiyik

A topnotch WordPress.com site

Catatan Hidup

Jadikan semua kejadian sebagai pembelajaran hidup

(new) Mbot's HQ

Ocehan gak guna seorang pegawai kantoran biasa.

teman imaji

Invisible yet not Impossible. I exist.

%d bloggers like this: