Blognya Bunda Ze

Tempat Bunda belajar menulis sekaligus berbagi….

Buat apa ngeblog?

on January 20, 2013

“Kami bukan ahli, justru berawal dari kesalahan yang berujung kesadaran, maka itu kami berbagi – @sisogi”

Tulisan di atas adalah tagline-nya website ayah ASI (www,ayahasi.org). Dan ini salah satu yang menginspirasi saya untuk aktif ngeblog lagi.

Pertama kali saya ngeblog sekitar tahun 2006-2007 di Friendster lalu pindah ke Multiply. Tulisan saya wkt itu kebanyakan sekedar bercerita atau curhat. Ketika saya hamil, pertengahan 2008, saya berhenti ngeblog sampai akhirnya mulai lagi di 2012 yang lalu. Baru beberapa kali posting di Multiply, saya pindah ke wordpress krn katanya Multiply akan tertutup untuk blogger per 1 Desember 2012 (eh, tapi sampe sekarang kayaknya masih bisa tuh untuk ngeblog).

Kenapa saya ngeblog? Karena saya suka menulis. Bagi saya, menulis memang benar merupakan terapi jiwa. Lalu, tidak cukupkah menulis di diary/laptop pribadi saja instead of blogging?

Adalah almarhumah bunda Inong (bundazidansyifa) yang menjadi salah satu inspirasi saya untuk ngeblog. Beliau adalah ibu rumah tangga dan tukang masak yang luar biasa. Blognya berisi cerita sehari2 tentang anak2nya dan juga berbagai resep masakan. Dengan ngeblog bunda Inong mendapatkan banyak teman baru yang merasa terhibur dengan cerita anak2nya dan yang merasa tertolong dengan resep2 masakannya. Dan, masyaAllah, meski bunda sudah meninggalpun banyak orang yang masih mengakses blognya untuk sekedar mencari2 resep yang membantu mereka masak. Saya baca di pesan2 yang ditulis oleh para pengunjung blognya, mereka banyak yang kehilangan, merindukannya dan mendoakannya. Bahkan yang tidak pernah kenal dengan bunda inong, turut mendoakannya, mengatakan bahwa resep masakannya adalah amal jariahnya yang tak putus terbawa hingga ke akhirat. Masya Allah…

Lalu, ada pula tulisan ‘luar biasa’ Darwis Tereliye dengan judul “Menulislah”, yg singkatnya spt ini :

Menulislah karena yakin tulisan kita bisa merubah
Menulislah karena yakin tulisan kita bisa menghibur
Menulislah karena yakin tulisan kita bisa menemani
………………….
Menulislah, karena dunia akan jauh lebih baik jika semua orang pinter menulis, bukan pinter bicara. (selengkapnya bisa dibaca di sini http://darwisdarwis.multiply.com/journal/item/403/menulislah)

Ada satu lagi tulisan Tereliye yang juga ‘menyemangati’ saya untuk menulis/ngeblog yg judulnya “Cerita 3 Dokter Cantik Hatinya” (lengkapnya bisa googling. Banyak sekali yang repost tulisan ini).

Cerita ini mengisahkan tentang 3 orang dokter muda, cantik, berteman baik dan baru saja mengucapkan sumpah dokternya. Lalu ketiga dokter ini mengadakan ‘kompetisi positif’ diantara mereka, yaitu siapa yang paling banyak melayani orang lain, siapa yang paling banyak manfaatnya terhadap orang lain. Dua puluh tahun mereka akan bertemu untuk melihat siapa yang akan memenangkan kompetisi tersebut.

Ketika akhirnya mereka bertemu, dokter pertama sudah melayani seratus ribu orang. Dokter kedua sudah melayani seratus lima puluh ribu orang. Dokter ketiga? Hanya dua orang. Tapi, mereka memutuskan bahwa pemenang kompetisi itu adalah Dokter Ketiga. Bagaimana bisa?

Dokter ketiga ini selama dua puluh tahun tidak bisa membuka praktek. Ibunya lumpuh hanya bisa tidur di ranjang. Dia akhirnya memutuskan untuk merawat ibunya. Bertahun2, hingga ibunya meninggal di pelukannya. Setahun setelah itu, ia baru mau membuka praktek dokternya. Tapi suaminya tiba2 juga terserang stroke, hanya bisa di ranjang. Kemudian ia memulai lagi siklus yang sama. Bertahun2 pula, hingga meski suaminya sudah membaik, waktu dua puluh tahun sudah habis.

Bagaimana ia akhirnya bisa jadi pemenang? Selama merawat ibu dan suaminya, dokter ketiga ini menulis. Bertahun2 tulisannya menggunung, tulisan tentang kesehatan dan dunia medis. Akhirnya satu persatu diterbitkan jadi buku oleh penerbit besar. Puluhan judulnya, ratusan ribu oplahnya, jutaan pembacanya. Bahkan diantara buku2nya ternyata ada yang dijadikan referensi oleh kedua dokter yang lain. Masya Allah….

Dari almh bunda Inong, saya menyadari bahwa berbagi, sekecil apapun, sesederhana apapun, bisa begitu berarti bagi orang lain tanpa disangka2. Sementara dari cerita Darwis, saya meyakini bahwa menulis yang dipublikasikan (minimal melalui blog) bisa memberikan sejuta manfaat kepada pembacanya. Jika pembaca blog kita hanya sendikit, kita berharap yang sedikit ini merasakan manfaatnya dan menebarkannya kembali kpd orang lain. Terus begitu…hingga ‘amalan’ kita terus mengalir dan akan menemani kita di akhirat kelak. Jika ternyata tulisan kita tidak berpengaruh apa2…setidaknya kita berharap bhw niat berbagi yang kita ucapkan di awal akan mendapat pahala dariNya.

Saya ibu rumah tangga, yang sebagian besar waktu saya berada di rumah, mengurus dan mendidik anak2 saya sendiri. Saat ini, tidak banyak yang bisa saya bagi kepada orang lain. Karenanya saya belajar berbagi melalui tulisan, melalui blog. Saya juga bukanlah seorang ahli, karenanya apa yang bisa saya bagi juga hanya hasil pemikiran yang ‘sempit’, hasil belajar yang sedikit. Tapi saya ingin yg sedikit ini bisa menjadi ‘bekal’ saya kelak, juga menjadi ‘warisan’ bagi anak2 saya. Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin.

“Tahukah kamu kenapa RA Kartini menjadi pahlawan wanita nasional dan bahkan ada hari peringatan sendiri? Padahal masih banyak lagi wanita2 pejuang yang juga sangat pantas menjadi pahlawan. Jawabannya, karena beliau MENULIS”. (Helvy Tiana Rosa, Seminar FOKMA, Malaysia, 2008)


2 responses to “Buat apa ngeblog?

  1. hana sugiharti says:

    Salam kenal bunda🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

RedCarra's Notes

Journal of Creative Writing, Blogging, Graphic Design and Daily Life

MAMAKU KOKI HANDAL !

walaupun masakan mama nggak sekece masakan koki hotel bintang 5, tapi masakan mama tetap paling penuh cinta. aku cinta masakan mamaku!

ruang cerita shant

apa adanya bukan seadanya

CENDEKIA

Kids and Junior Science Center

Syauqiya

My Life, My inspiration

Ellina Supendy

My Life and My World

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Dina Y. Sulaeman

About Life, Parenting, and Motherhood

catatan mama nisa

Jadi Ibu di Jepang.

Mencoba Sakinah

----- Keluarga KamiL -----

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Enlighten & Empower

Which of your Lord's Blessings would you deny...

miapiyik

A topnotch WordPress.com site

Catatan Hidup

Jadikan semua kejadian sebagai pembelajaran hidup

(new) Mbot's HQ

Ocehan gak guna seorang pegawai kantoran biasa.

teman imaji

Invisible yet not Impossible. I exist.

%d bloggers like this: