Blognya Bunda Ze

Tempat Bunda belajar menulis sekaligus berbagi….

Ayah hebat, jadilah Ayah ASI

on January 16, 2013

Sepertinya sudah menjadi pandangan umum masyarakat kita, khususnya di zaman kakek-nenek dan orangtua kita bahwa peran ayah adalah sebagai pencari nafkah dan ibu sebagai pengurus rumah dan anak2. Di akhir 90-an (menjelang 2000) barulah ada sedikit perubahan peran, yaitu ibu, selain ngurus rumah dan anak, juga membantu mencari nafkah. Hmm, kalo dipikir2 dengan peran seperti itu, bapak2 enak banget ya. Capek bekerja, pulang2 bisa istirahat dan dilayani. Sementara ibu, capek kerja, pulang masih harus ngurusin rumah dan anak2 plus suami yang kekanak2an *kompor* hehehe.

Padahal Islam tidaklah mengajarkan demikian. Ibu kewajibannya memang mengurus rumah tangga, sedangkan mencari nafkah adalah pilihan (dihitung sebagai shadaqoh), dg syarat tidak mengabaikan kewajiban utamanya. Si ayah, kewajibannya adalah mencari nafkah, sementara membantu mengurus rumah tangga dan anak2 adalah kewajiban juga. Gak adil? Kalau saya boleh jawab, Allah menciptakan dan menjadikan laki2 secara fisik lebih kuat daripada wanita, makanya dikasih tugas lebih berat. Setuju?🙂

Dalam kisah2 yang ada di Al Qur’an ataupun sirah, diceritakan bagaimana Rasulullah dan para sahabatnya juga melakukan pekerjaan rumah tangga, seperti mencuci baju dan menjahit bajunya yang robek. Sementara kisah ayah yg mengurus anaknya lebih banyak lagi. Surat Lukman dan Ali Imran menunjukkan bapak yang berperan besar dalam mengurus dan mendidik anak. Rasulullah sendiri adalah produk didikan figur bapak melalui kakek dan pamannya. Beliau juga mencontohkan bagaimana mendidik anak2nya, khususnya Fatimah Azzahra.

Eh, saya jadi nulis kemana-mana yah. Fokus lagi ke topik tulisan. Jadi, bapak2 yang gak mau dibilang lebih lemah daripada ibu2, juga bapak2 yang mau ngikutin Rasulullah, hayuuk atuh bantuin urusan rumah tangga, bantuin ngurus anak. Jangan fasehnya ngikutin Rasul kalo urusan poligami doang🙂.

Trus apa hubungannya bantu ngurus rumah tangga dan ngurus anak dengan judul di atas? Jadi begini, ayah ASI atau ayah menyusui atau breastfeeding father adalah istilah yang sekarang lagi ngetrend di kalangan para pejuang ASI. Bukan sekedar menjadikan istilah ini dikenal luas di masyarakat tapi pejuang asi ingin agar makna dari ayah ASI dipahami dan dilakukan oleh para ayah. Makna dari ayah ASI sendiri adalah ayah yang mendukung ASI, mendukung istrinya menyusui. dr. Utami Roesli, SpA (dokter anak, Ketua Sentra Laktasi Indonesia, dan pelopor pejuang ASI) mengatakan bahwa sebuah penelitian menunjukkan, dari 115 ibu yang suaminya tidak memberi dukungan (menyusui), tingkat keberhasilannya 26,9 persen. Sementara pada kelompok ibu menyusui yang didukung suami (ayah ASI), tingkat keberhasilannya hampir 100 persen, yakni 98,1 persen.

Dukungan seperti apa yang dapat diberikan oleh seorang ayah? Buanyaaak🙂 Saya coba ringkas ya:
1. Ikut belajar segala hal tentang ASI dan menyusui.
2. Selalu berusaha membahagiakan istri.

Loh kok cuma 2 poin? Hehehe, dua poin tapi ‘turunan’nya buanyak, bro🙂. Yang mesti diketahui tentang ASI dan menyusui, buanyaaakk. Cara membahagiakan istri juga buanyaakkk, termasuk bantuin urus rumah dan urus anak🙂.

Intinya sih, peran ayah adalah SAMA dengan ibu (menyusui). Yang beda cuma ayah ga bisa hamil dan menyusui. Jadi, ayo baca bareng buku/artikel ttg ASI/menyusui, pergi ke kelas laktasi bareng, menjalani proses mengurus anak bareng, tentunya rumah tangga bisa menjadi lebih indah kan? Sumber referensi bisa dilihat di http://aimi-asi.org/ , http://kultwit.aimi-asi.org/ atau http://www.ayahasi.org/?m=1. Bisa juga baca bukunya Catatan Ayah ASI, follow twitternya @aimi_asi dan @ID_ AyahASI.

Terakhir, saya lampirkan link berikut http://m.life.viva.co.id/news/read/238761-dukungan-ayah–kunci-sukses-asi-eksklusif. Mudah2an bisa menyemangati para ayah untuk menjadi ayahASI. Siapa mau jadi ayah hebat? Jadi ayahASI dulu, bro🙂.


2 responses to “Ayah hebat, jadilah Ayah ASI

  1. qonita says:

    mau komen lg y mb hihihi
    emang suami itu hrs jd suporter utama,krn klo suami g dukung,djamin banyak gagalnya😀
    suamiq dl aq edukasi pas hamil,sering aq print2kan artikel ttg ASI,jd dia dukung bgt,skrg jg bantuin nyuci baju anak krn klo pagi mamanya kan udh g sempet😀
    trs yg bagian nyiapin ASIP jg suamiku hehehe
    ibu2 yg mau berhasil ASI,suaminya disiapkan dl ya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

RedCarra's Notes

Journal of Creative Writing, Blogging, Graphic Design and Daily Life

MAMAKU KOKI HANDAL !

walaupun masakan mama nggak sekece masakan koki hotel bintang 5, tapi masakan mama tetap paling penuh cinta. aku cinta masakan mamaku!

ruang cerita shant

apa adanya bukan seadanya

CENDEKIA

Kids and Junior Science Center

Syauqiya

My Life, My inspiration

Ellina Supendy

My Life and My World

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Dina Y. Sulaeman

About Life, Parenting, and Motherhood

catatan mama nisa

Jadi Ibu di Jepang.

Mencoba Sakinah

----- Keluarga KamiL -----

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Enlighten & Empower

Which of your Lord's Blessings would you deny...

miapiyik

A topnotch WordPress.com site

Catatan Hidup

Jadikan semua kejadian sebagai pembelajaran hidup

(new) Mbot's HQ

Ocehan gak guna seorang pegawai kantoran biasa.

teman imaji

Invisible yet not Impossible. I exist.

%d bloggers like this: