Blognya Bunda Ze

Tempat Bunda belajar menulis sekaligus berbagi….

Sakit perih ketika menyusui

on January 14, 2013

Mau cerita tentang pengalaman ‘duka’ ketika menyusui. Meskipun menyusui adalah momen indah dan menyenangkan, tidak dinafikan bahwa dalam prosesnya kita juga merasakan sakit perihnya. Puting lecet sampai berdarah, payudara (selanjutnya saya tulis PD) bengkak sakit sampai demam dan digigit dan ditarik sama anak adalah yang pernah saya alami.

Tulisan ini bukannya mau nakutin para calon ibu loh ya. Justru dalam rangka memotivasi calon ibu supaya gak mengalami apa yg saya alami. Di akhir tulisan nanti ada solusinya. Tapi mau cerita dulu ah🙂

Ketika Shaznin (anak pertama saya) lahir, th 2009, saya tidak belajar apa2 tentang menyusui. Sekedar tahu, yakin dan bertekad bahwa saya akan menyusui anak saya secara eksklusif 6 bulan dan lanjut sampai 2 tahun.

Awalnya, saya pikir menyusui itu alamiah saja, ibu hanya tinggal sodorin PD dan bayi akan langsung pinter menyusu then enjoy the breastfeeding moment. Etetapi ternyata tidak begitu kenyataannya. Pertama kali, Shaznin menyusu ketika IMD2an. Kenapa saya nyebutnya IMD2an? Soalnya prosesnya hanya beberapa menit dan bayi diarahkan ke PD. Buat yang belum tahu IMD (Inisiasi Menyusu Dini), IMD adalah proses menyusui pertama kali sesaat setelah bayi lahir (bayi hnya dibersihkan seperlunya). Dengan pengawasan tenaga medis/keluarga (soalnya ibunya kan biasanya masih ‘teler’), bayi dibiarkan mencari sendiri PD ibunya dan ketika sudah ‘dapat’, bayi akan langsung menyusu. Idealnya IMD ini berlangsung selama 1 jam. Detail tentang IMD monggo di googling ya buibu. OK balik ke proses menyusui, wkt IMD2an itu belum kerasa akan kendalanya karena Shaz langsung ditaruh di dada saya sementara saya masih antara sadar/ga sadar krn berada dalam pengaruh obat bius (saya melahirkan scr sectio).

Pertemuan selanjutnya dengan Shaznin adalah setelah beberapa jam pemulihan. Saya ingat sebelumnya saya ditanya oleh suster apakah anak saya akan ASI eksklusif (ASIX) atau tidak. Tentu saja saya jawab ASIX. FYI (khususnya yang blm tau), bayi baru lahir bisa bertahan untuk tidak menyusu sampai 3×24 jam. Jadinya, meskipun baru beberapa jam kemudian saya bertemu lagi dg Shaznin, saya yakin Shaz baik2 saja dan tidak memerlukan sufor sebagai pengganti ASI.

Di pertemuan pertama ini, saya masih harus dalam posisi tidur. Suster membantu memposisikan Shaznin dan mengajarkan saya untuk menyusuinya. Sakit bekas operasi membuat saya tidak leluasa untuk bergerak. Tapi suster dan juga suami membantu saya untuk belajar menyusui. Namanya orangtua baru, ketika suster meninggalkan kami, barulah saya merasakan susahnya menyusui. Susah sekali membuat mulut Shaznin benar2 lekat dengan PD saya. Susah sekali membuat Shaznin bisa menyusu dengan benar sehingga mulutnya tidak terlepas2. Suami pun tidak bisa membantu saya seperti suster tadi.

Kesusahan menyusui masih saya rasakan ketika saya sudah bisa duduk sampai di minggu pertama kelahiran Shaz. Setiap mau menyusui, saya butuh waktu mungkin sekitar 5-10 menit untuk membuat Shaz sudah dalam posisi yang benar, tidak terlepas2 dan PD saya tidak menutup hidung Shaz. Awal penuh keringat dan stress, mengingat ketika saya sedang mencari posisi yg tepat, Shaz udah keburu nangis2 gak sabar mau menyusu.

Lewat minggu pertama, akhirnya saya mulai bisa langsung menyusui tanpa ‘pemanasan’ 5-10 menit itu. Namun, ujian berikutnya hrs saya hadapi. Puting saya lecet, luka dan berdarah. Saya ingat wkt itu mulut Shaznin sampai seperti berlumuran darah krn ASI saya sudah bercampur darah. Meski sakit bangeeett ketika menyusui, apalagi ketika ‘sedotan’ pertama, saya tetap bertahan untuk menyusui. Ada kalanya, saya tidak kuat lagi menahan sakit, hingga PD yg lecet saya ‘istirahatkan’ (hanya dipompa supaya tidak bengkak) dan saya hanya menyusui dg satu PD saja. Ya, untungnya puting lecet ini biasanya bergantian antara PD kanan dan kiri, gak pernah dua2nya bersamaan luka parah.

Lecet2 begini berulang kali saya alami sampai Shaznin tiba2 berhenti sendiri menyusui di usia 1 th 5 bulan. Wkt itu saya heran sama diri sendiri, kok sampe anak udah gede masih bolak-balik kecet. Akhirnya ketika saya hamil adek Ziqri, saya ikut kelas ASI yg diadakan AIMI. Dan, disitu saya mendapat jawabannya.

PERLEKATAN /latch on yang benar adalah kunci untuk menyusui tanpa ‘sakit’. Terbukti, ketika saya menyusui adek ziqri sampai sekarang, saya gak pernah mengalami lecet. Digigit juga ga pernah, krn ketika mulut anak mulai berubah posisi shg perlekatan jadi ga benar, kita bisa merasakan perubahannya dan bisa langsung mencegah anak menggigit.

Jadi nih ibu2, belajar lah cara perlekatan yang benar. Memang ketika praktik pertama kali akan tidak semudah yg dilihat. Tapi, bisa membantu banget. Oiya, perlekatan yg baik juga menjamin anak mendapat ASI yang cukup karena sedotan bayi akan lebih efektif. Asi yg diperoleh pun lebih maksimal.

Ini saya kasih link video tentang latch on… http://m.youtube.com/watch?v=Zln0LTkejIs&desktop_uri=/watch?v=Zln0LTkejIs&gl=GB
Semoga bermanfaat dan happy breastfeeding🙂


7 responses to “Sakit perih ketika menyusui

  1. qonitafitri says:

    hai mbak slm kenal ya..nemu blog ini dr fesbuk ririn,jd tertarik bc krn sy br melahirkan dan jg SC dan jg susah menyusui dr awal.krn anak sy smpt dikasi sufor,dia prematur jd ga bisa IMD dan hrs diinkub smalem,RS lgsg ngasi sufor khusus anak prematur,jdnya pas mau nyusu ke sy,susah dan drama,anaknya nangis,sy jg nangis,hihi jg maluw…
    smp sempet sy sendokin demi pengen ngasi ASI,dan jg ngalami lecet,perihnya mnt ampun,pas disedot lgsg merinding sbadan T_T
    tp skitar 10hran akhirnya bs menyusui dgn benar krn emg kuncinya,smua aerola hrs masuk di mulut bayi,ga cm putingnya aja😀

    • zehanachda says:

      Salam kenal juga:) wah subhanallah perjuangannya…akhirnya berhasil lepas sufor? Skrg umur brp anaknya?

      • qonita says:

        iya ASI itu tyt g mudah y mb,pdhl dl mikirnya tinggal cep beres,tyt susaahh dan perjuangan mental sm kluarga yg nyuruh sufor aja,,itu jg susah
        sufornya cm 2hr di RS mb,mlm melahirkan,bsk paginya lgsg brusaha jalan ke ruang bayi,nyusui,dia nangis ttp aja disusuin biarpun cm netes
        bsknya udh smakin lancar jalan lgsg mnt bayi nya rooming in,pas plg udh g sufor sm skali,diributi kluarga ksi sufor ttp cueeekkk,,aq sedot ASInya pke suntikan yg dpotong,kluar 2sendok pun lgsg kasi ke anaknya😀
        ALhamdulillah g sia2😀
        *kok jd pjg komennya

      • zehanachda says:

        Gpp juga panjang🙂 insya Allah bermanfaat bagi yang baca.

      • qonita says:

        oya anakq 4 bln😀

  2. Miss Rochma says:

    mbak masih enak bisa merasakan asi setelah SC. aku malah nggak, langsung di putuskan kasih formula😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

RedCarra's Notes

Journal of Creative Writing, Blogging, Graphic Design and Daily Life

MAMAKU KOKI HANDAL !

walaupun masakan mama nggak sekece masakan koki hotel bintang 5, tapi masakan mama tetap paling penuh cinta. aku cinta masakan mamaku!

ruang cerita shant

apa adanya bukan seadanya

CENDEKIA

Kids and Junior Science Center

Syauqiya

My Life, My inspiration

Ellina Supendy

My Life and My World

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Dina Y. Sulaeman

About Life, Parenting, and Motherhood

catatan mama nisa

Jadi Ibu di Jepang.

Mencoba Sakinah

----- Keluarga KamiL -----

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Enlighten & Empower

Which of your Lord's Blessings would you deny...

miapiyik

A topnotch WordPress.com site

Catatan Hidup

Jadikan semua kejadian sebagai pembelajaran hidup

(new) Mbot's HQ

Ocehan gak guna seorang pegawai kantoran biasa.

teman imaji

Invisible yet not Impossible. I exist.

%d bloggers like this: