Blognya Bunda Ze

Tempat Bunda belajar menulis sekaligus berbagi….

Empati, sesuatu yang terlupakan

on January 10, 2013

Cerita 1:
Waktu itu saya habis menjalani operasi cesare. Hari pertama pasca operasi adalah hari yg teramat berat bg saya. Rasa sakit yg luar biasa, proses menyusui yang tidak mudah bg ibu baru spt saya, dan sy tidak bisa tidur nyenyak. Seorang kerabat datang berkunjung bersama ibu saya. Dari berbincang2 biasa sampai akhirnya keluarlah komen yg sampai sekarang masih membuat saya dongkol. “waah, kalo cesare mah enak, gak ngerasain sakitnya. Waduh kalo inget dulu pas melahirkan…sakitnya luar biasa, antara mati-hidup. gak terkatakan. Jaman sekarang ni dokter2 senengnya main operasi aja ya, dokter enak, pasiennya ya enak. Gak sakit, tau2 melahirkan. ”
Anda bisa membayangkan perasaan saya waktu itu? Kalau saja dia bukan seorang kerabat yang usianya jauh lebih tua drpd saya, rasa2nya saya akan memintanya untuk keluar saat itu juga. Tapi yg sy lakukan hanya menahan dalam hati kemarahan saya sambil menahan sakit dan lelah yg teramat sangat.

Cerita 2:
Skitar 2 bulan stlh menikah, saya keguguran dan rasa kehilangan itu masih ada meski saya sdh ikhlas. Seseorang bertanya pd saya, “sudah hamil belum?” saya jawab belum. Eeh dia malah nyerocos, “duuh mbak, knapa blm hamil? Mbak nunda ya? Jangan ditunda2 loh nanti…bla..bla..bla…Sya potong, “sempet hamil, tp keguguran.” Eeeh dia ngelanjut, “keguguran? Kok bisa? Mbak, kalo hamil itu memang kudu hati2, apalgi kalo masih muda…bla…bla..bla…
Rasanya wkt itu saya mau teriak ke dia, “wooii saya gak ngapa2in…tiduraaan aja gara2 mabok, ini dibilang dokter blighted ovum, emang gak berkembang janinnya, dah takdiiiiirrrr.”

Cerita 3
Anak saya baru satu wkt itu. Tapi, rasanya sudah repooot sekali mengurus sendiri tanpa asisten. Daaan, kalimat2 inilah yg menanggapi:
“Baru juga satu…belum lima..”
“Saya (lebih repot) lagi, anak 4, kuliah juga, nyelesain thesis juga, amanah ini itu…”
Dalam hati saya, “Saya butuh support, motivasi, bukan disepelekan. Kalau ga bisa memotivasi lebih baik diam saja.”

Masih banyak lagi kisah2 sejenis yg saya alami atau saya dengar/baca dari cerita orang lain. Apa benang merah dari cerita2 itu? Tentang rendahnya rasa EMPATI.

Empati (n Psi) adalah keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain. (kamusbahasaindonesia.org)

Definisi2 lain yang saya temukan kurang lebih sama. Intinya adalah pada kemampuan kita mengetahui perasaan orang lain, mencoba merasakan apa yg orang lain rasakan dan bertindak/merespon sesuai dengan perasaan orang lain tsb. Jadi, fokusnya adalah pada perasaan ORANG LAIN.

Kalau melihat dari definisinya, dapat disimpulkan bahwa empati adalah hal yang sangat penting untuk dipelajari dan dilakukan dalam rangka membina hubungan baik antarsesama manusia. Tanpa empati, kita bisa menyakiti perasaan orang lain bahkan ketika kita tidak bermaksud menyakiti. Kalau orang lain cuma tersinggung sebentar trus lupa mungkin gak terlalu masalah. Tapi kalau gara2 tersinggung itu malah tambah down, gimana?

Lalu, bagaimana kita melatih kemampuan berempati? Belajar berempati dimulai dg belajar mendengar. Mendengar dengan melihat orang yang bicara, tidak memotong, sambil memikirkan kata2 apa yang sebaiknya menanggapi. Juga belajar diam, jika kita tidak yakin apakah perkataan kita akan membantu atau malah menyakitinya.

Semoga kita menjadi orang2 yang sadar akan pentingnya empati dan terus belajar untuk bisa berempati.


4 responses to “Empati, sesuatu yang terlupakan

  1. nurusyainie says:

    Mau ikutan marah tuh sama yang asal nyerocos hihihi…
    Sama Mak, kadang suka dongkol sama orang sok tahu tanpa perduli gimana perasaan kita.
    Kalo saya lebih milih diam deh

  2. Sungguh nasehat dan pengingat yang baik. Terimkasih, Bunda Zehan.

    Kita do’akan saja yg suka nyolot dan nylekit itu mendapatkan hidayah-Nya. Paling tidak kita musti bersyukur tidak berperilaku spt mereka yg tidak berempati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

RedCarra's Notes

Journal of Creative Writing, Blogging, Graphic Design and Daily Life

MAMAKU KOKI HANDAL !

walaupun masakan mama nggak sekece masakan koki hotel bintang 5, tapi masakan mama tetap paling penuh cinta. aku cinta masakan mamaku!

ruang cerita shant

apa adanya bukan seadanya

CENDEKIA

Kids and Junior Science Center

Syauqiya

My Life, My inspiration

Ellina Supendy

My Life and My World

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Dina Y. Sulaeman

About Life, Parenting, and Motherhood

catatan mama nisa

Jadi Ibu di Jepang.

Mencoba Sakinah

----- Keluarga KamiL -----

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Enlighten & Empower

Which of your Lord's Blessings would you deny...

miapiyik

A topnotch WordPress.com site

Catatan Hidup

Jadikan semua kejadian sebagai pembelajaran hidup

(new) Mbot's HQ

Ocehan gak guna seorang pegawai kantoran biasa.

teman imaji

Invisible yet not Impossible. I exist.

%d bloggers like this: