Blognya Bunda Ze

Tempat Bunda belajar menulis sekaligus berbagi….

Kenapa gagal/menyerah ng-ASI?

on December 23, 2012

Sambungan dari Bunda Bicara ASI…Menurut saya penyebab seorang ibu gagal/menyerah untuk memberikan ASI adalah krn kurang informasi, kurang dukungan dan kurang komitmen. Saya coba bahas satu2 ya:

1. Kurang Informasi
Kurangnya Informasi/ilmu mengenai menyusui menjadi penyebab utama seorang ibu gagal/menyerah dlm memberi ASI anaknya. Ketidaktahuan akan manfaat ASI, membuat ibu dengan mudahnya beralih ke sufor. Iklan sufor memang luar biasa, membuat masyarakat umum percaya bahwa, sufor dengan komposisi ‘lengkap’nya itu adalah yang terbaik untuk anak.

Pengetahuan tentang manfaat ASI saja tidak cukup. Banyak juga yang mulai tahu bahwa ASI itu baik, yg terbaik bahkan, tp menghadapi proses menyusui yang tidak mudah, akan muncullah alasan2 yang kuat untuk berhenti ASI.

Biasanya alasan2 yang menyebabkan para ibu berhenti (bahkan sama sekali tidak) memberikan ASI kepada bayi2nya, seperti alasan2 ini: ASI tidak keluar, Asi tidak cukup, bayi lapar terus, ASI tidak berkualitas, bayi nangis terus, bayi ga gemuk2, bayi sakit, ibu sakit, ibu bekerja, dsb.

Alasan yang sama juga dinyatakan oleh mereka yg mencampur pemberian ASI dengan sufor yang biasanya dilakukan setelah lewat masa ASI eksklusif (6 bulan).

Padahal, alasan2 seperti itu ternyata ada penjelasannya, ada jawabannya, ada solusinya. Dimana? Di INTERNET. Yup, di zaman informasi sebegini terbuka dan luasnya, di zaman orang melek teknologi dengan sederetan gadget2 mahal, di zaman
ilmu apapun sedemikian mudahnya untuk diakses, ternyata memang masih banyak yang tidak memanfaatkannya secara maksimal. Internet hanya digunakan untuk facebook-an, twitteran, dan sejenisnya, bukannya untuk meraup informasi berguna sebanyak2nya. Selain internet (yg menurut saya paling murah dan mudah untuk diakses), anda juga bisa membeli buku2 dan mengikuti seminar2/pelatihan, atau langsung pergi menemui konselor laktasi.

Jujur, agak gemes dan pengen ngomel sama ibu2 yang mudah ‘menyerah’ (sebelum berusaha maksimal) dalam memberi ASI anaknya. Saya bisa memahami kalau yang menyerah dan beralih ke sufor ini adalah ibu2 kelas menengah ke bawah dengan pendidikan rendah yang ga ngerti internet dan tidak tersentuh informasi mengenai menyusui. Tapi, kalau ibu2 yang berpendidikan cukup tinggi, memiliki koneksi internet sehari2 dan pastinya sangat mudah mengakses informasi???

Dari hasil browsing sana sini, saya membuat kesimpulan bahwa SEMUA IBU BISA MENYUSUI dalam kondisi apapun. Satu2nya alasan yang saya temui tentang tidak bisanya ibu menyusui adalah karena ibu tsb menderita HIV/AIDS.

2. Kurang dukungan

Sebagian ibu yang sudah memperoleh ilmu per-ASI-an dan menyusui pun bisa gagal dlm memberikan ASI karena kurangnya dukungan. Sangat dipahami bhw ibu yg mengurus anak bayi, apalagi baru pengalaman pertama, pasti akan mengalami kesulitan, kelelahan dan kebingungan. Hanya mereka yang mendapat dukungan yang bisa survive. Dukungan suami khususnya dan orangtua/mertua (biasanya ibu) adalah amat sangat diperlukan dalam menyukseskan proses menyusui. Tanpa dukungan dr orang2 terdekat, keteguhan ibu memberi ASI biasanya mudah runtuh krn sudah lelah secara fisik, masih juga ‘diteror’ secara psikis dengan ‘rayuan’ beralih ke sufor.
Karena itu, info2 tentang ASI dan menyusui yang kita peroleh, harus disampaikan juga kepada suami dan orgtua/mertua. Kalau perlu, mereka jg diajak ke seminar/pelatihan laktasi.

Dukungan lain juga bisa kita peroleh melalui milis, akun twitter atau group FB ibu2 (khususnya ibu menyusui) . Di milis/twt/fb ini, kita bisa bertemu dengan sesama ibu menyusui yang sama2 menghadapi masalah dan kesulitan dlm menyusui. Dengan begitu, kita bisa saling curhat, memberi solusi dan yang pasti bisa saling memotivasi. Di milis juga kita bisa menemukan cerita2 yg menginspirasi dr para pejuang ASI.

3. Kurang komitmen
Informasi sudah diperoleh, suami dan orgtua/mertua mendukung, masih gagal juga? Mohon maaf kalau saya hrs mengatakan bahwa ibulah yang kurang/tidak komitmen dlm menyusui.

Ya, menyusui itu proses yang tidak mudah, ada pengorbanan di dalamnya. Bahkan mengutip kata2 dokter Niken yang tulisannya saya temukan di http://drprita1.wordpress.com/2012/12/16/asi-dan-energi-cinta-yang-meluap-luap-2/, menyusui adalah proses yang mengeluarkan keringat, darah dan airmata.
Bagi ibu bekerja, ditambah pula kerepotan harus memerah agar tabungan ASI perah terus mencukupi kebutuhan bayi selama ditinggal bekerja.

Hanya komitmen yang kuat dilandasi cinta yang meluap2 (kembali kata dokter niken), yang membuat seorang ibu bertahan untuk tetap memberikan ASInya.

Jadi, anda termasuk yang gagal/menyerah memberikan ASI? Jika ya, dan jika masih berencana memiliki anak, yuk demi anak kita mencari informasi sebanyak2nya tentang ASI dan menyusui. Setelah itu kita transfer info2 berharga tsb ke orang2 terdekat kita untuk mendapat dukungan. Pada akhirnya, komitmen kita sendirilah yang akan menentukan sukses tidaknya kita dalam memberikan ASI ke anak2 kita. Oiya, ajakan ini juga berlaku untuk para calon ibu ya.

Terakhir, saya tambahkan link2 yang mudah2an bisa bermanfaat. Tidak banyak, krn saking banyaknya yg bertebaran di internet, saya jadi bingung mau nge-link yang mana. Ibu2 (dan bapak2 yang mau jd bapak ASI), silakan googling sendiri ya😉
http://parentingislami.wordpress.com/2009/01/28/asi-dalam-al-qur’an-ungkapan-cinta-allah-swt/
Mpasi-Mengapa menunggu sampai 6 bulan? http://milissehat.web.id/?p=483
Menyusui vs susu formula http://milissehat.web.id/?p=921


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

RedCarra's Notes

Journal of Creative Writing, Blogging, Graphic Design and Daily Life

MAMAKU KOKI HANDAL !

walaupun masakan mama nggak sekece masakan koki hotel bintang 5, tapi masakan mama tetap paling penuh cinta. aku cinta masakan mamaku!

ruang cerita shant

apa adanya bukan seadanya

CENDEKIA

Kids and Junior Science Center

Syauqiya

My Life, My inspiration

Ellina Supendy

My Life and My World

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Dina Y. Sulaeman

About Life, Parenting, and Motherhood

catatan mama nisa

Jadi Ibu di Jepang.

Mencoba Sakinah

----- Keluarga KamiL -----

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Enlighten & Empower

Which of your Lord's Blessings would you deny...

miapiyik

A topnotch WordPress.com site

Catatan Hidup

Jadikan semua kejadian sebagai pembelajaran hidup

(new) Mbot's HQ

Ocehan gak guna seorang pegawai kantoran biasa.

teman imaji

Invisible yet not Impossible. I exist.

%d bloggers like this: