Blognya Bunda Ze

Tempat Bunda belajar menulis sekaligus berbagi….

Pengeluh2 di socmed

on November 28, 2012

‘Status/note/blog/tweet Galau’ kalau kata remaja2 zaman sekarang. Dan yg suka buat status galau (sy nulisnya ‘status’ aja ya, biar singkat) bukan monopoli remaja aja. Yang sudah emak2 seperti saya juga ga kalah dalam membuat status galau🙂. Ada yg mengeluhkan ‘kenakalan’ anak2nya, ada yg pusing sama setrikaan yg menggunung, cucian ga kering, rumah kayak kapal pecah, makan hati sama art, dll. Yang ibu bekerja (dan bapak2 juga loh) juga punya keluhan tersendiri, yg macet lah, yg BB error, yg BT sama rapat ga kelar2, yg dilema ninggalin anak, kerjaan numpuk, klien menyebalkan, dst, dst.

Kalau menurut saya sih, sesekali mengeluh wajar lah. Saya bisa memaklumi. Tapi kalo ngeluhnya setiap hari di setiap status? Statusnya ga ada positif2nya, isinya galauuu terusss. Dan yang paling memprihatinkan adalah jika keluhannya sekaligus membuka aib keluarga (suami/istri atau bahkan orangtua). Nah, mnrt saya berarti memang dia bener2 bermasalah. Entah memang masalahnya yg sedemikian berat hingga sulit diatasi atau memang orangnya yg punya masalah sbg tukang pengeluh yg pikirannya negatif melulu.

Kenapa juga sih harus ngeluh di socmed? Kalau mnrt saya, alasan2nya bisa spt ini:
1. Ga ada org yg bisa dijadiin tempat curhat.
2. Ada sih org yg bisa dicurhatin, cuma ga enak hati/sungkan aja curhat ke org tsb.
3. Mengeluarkan uneg2 dg menulis di socmed ternyata bisa ‘melegakan’. Syukur2 ada yg bantu doain atau bantu nyelesaiin masalah.
4. Cari perhatian…bingung nyari siapa yg bisa dicurhatin, bikin aja status galau, siapa tau ada yg bersimpati.
5. Ga nyadar kalau status itu bisa semua orang baca. So, berasa nulis diary aja.

Terus, gmn dong kita yg bosen/prihatin sama keluhan2nya? Paling gampang, ya ga usah dibaca statusnya. Kalau mau ‘sadis’, remove dr contact list/unfollow. Ah, tapi jangan sadis bgtu deh. Ngediemin ini mgkn seminim2nya kontribusi kita. Yg baik tentu adalah dg menegurnya dan menasehatinya via PM. Jangan tegur via komen yg langsung bisa terlihat semua orang ya. Menegur lewat ‘status’ kita sendiri juga kok ya rasanya kurang efektif. Kemungkinan besar si pengeluh masa bodo atau ga nyadar dengan ‘status teguran’ kita. Lewat jalur pribadi ini kita tegur dan nasehati baik2 bhw tidak baik mengeluh terus-terusan, diingatkan utk lebih bersyukur, curhat lbh baik sama Allah saja, dll. Pokoke pake bahasa yg simpatik lah, jangan menghakimi atau langsung mengkritik. Mungkin bs kita kasih saran spt ini:
1. Cobalah berfikir positif (berpikir sebaliknya dr apa yg biasa dia pikir). Pikiran positif ini boleh menjadi pengganti status galaunya.
2. Cobalah menulis uneg2/keluhannya di diary-nya sendiri yg tertutup dr publik.
3. Carilah seseorang/bbrp org yg bisa dipercaya untuk membantu menyelesaikan masalahnya. Jadi nanti curhatnya sama satu/bbrp org ini aja, bukan sama semua orang.
Daaan….kita juga bisa menawarkan diri kita untuk menjadi tmp curhatannya yg mungkin saja bisa membantu memecahkan masalahnya. Siapa tau dia memang enggan minta tolong dan menunggu seseorang menawarkan pertolongan.

Mencoba ‘bersimpati’ kpd para pengeluh insyAllah lebih bermanfaat bagi pengeluh dan diri kita sendiri dibanding jika kita malah ikutan ngomel mengeluhkan si pengeluh. Tuuh kan, kita telah berhasil membiarkan energi negatif itu mempengaruhi kita🙂.

Last but not least, saya menulis ini krn saya punya pengalaman justru sbg si pengeluh. Hingga akhirnya, seorang sahabat bertanya scr japri, “ze, are u okay? Status2mu…”. Lalu dia menasihati saya dg bijak dan lembut tanpa menghakimi. Dia juga menawarkan bantuan utk menjadi tmp curhat saya. Alhamdulillah, meski akhirnya dia bukanlah org yg saya pilih utk mendengar curhatan saya, tp nasihatnya membuat saya sadar untuk lebih berpikiran positif. Dan jika yg negatif itu tetap menggelayut, saya tinggal ngomel2 di catatan pribadi saya atau curhat ke orang yg saya percayai (duhh, kasian banget ini personel yg jd pendengar saya).

Ok deh, smoga kita bukan menjadi pengeluh2 ga jelas dan smoga kita lbh bisa menolong mereka para pengeluh🙂


6 responses to “Pengeluh2 di socmed

  1. Ina says:

    Bismillah… nulisnya yang semangat2 ajah deh. biar yg lain ikut tersemangati.

  2. monda says:

    dari KEB mampir ke sini…
    iyalah setuju nggak usah menggalau di soc med…, ntar bisa2 berbalik arah nyerang kita ya…
    semangat dengan wpnya ya…, banyak keasyikan di sini

  3. asih lestari says:

    Hi mbaaak..
    Sy suka sm smw tulisannya hmpir smua pernah sy alami…
    Bahasanya mudah d cerna, aeperti ngbrol dgn org dekat padahal blm kenal..
    Terimakasih.. isi blognya benar2 real me…

    Thanks
    Asih

    • zehanachda says:

      Hallo mbak asih….salam kenal 😊. senang sekali kalo mbak asih suka baca blog sy. Semoga bisa mengambil manfaat dan hal2 yg baik dr tulisan2 saya. Maaf baru sy reply, maklum blm disiplin ngurusin blog 😀.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

RedCarra's Notes

Journal of Creative Writing, Blogging, Graphic Design and Daily Life

MAMAKU KOKI HANDAL !

walaupun masakan mama nggak sekece masakan koki hotel bintang 5, tapi masakan mama tetap paling penuh cinta. aku cinta masakan mamaku!

ruang cerita shant

apa adanya bukan seadanya

CENDEKIA

Kids and Junior Science Center

Syauqiya

My Life, My inspiration

Ellina Supendy

My Life and My World

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Dina Y. Sulaeman

About Life, Parenting, and Motherhood

catatan mama nisa

Jadi Ibu di Jepang.

Mencoba Sakinah

----- Keluarga KamiL -----

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Enlighten & Empower

Which of your Lord's Blessings would you deny...

miapiyik

A topnotch WordPress.com site

Catatan Hidup

Jadikan semua kejadian sebagai pembelajaran hidup

(new) Mbot's HQ

Ocehan gak guna seorang pegawai kantoran biasa.

teman imaji

Invisible yet not Impossible. I exist.

%d bloggers like this: