Blognya Bunda Ze

Tempat Bunda belajar menulis sekaligus berbagi….

Kok gak kasian, anaknya sakit gak dikasih obat?

on October 13, 2012

Kenyataannya, anak2 saya alhamdulillah ga pernah mengalami sakit yg berat (thanks to ASI). Cuma sekitaran batuk, pilek, demam (which is sebenarnya demam bukan ‘penyakit’ kan ya melainkan suatu tanda perlawanan tubuh terhdp penyakit), dan diare (ini jg hanya 1 kali dialami Shaznin). Dan semua penyakit itu adalah termasuk common problem in pediatrics alias biasa banget dialami anak2. Penyakit2 itu jg sbgian besar disebabkan oleh virus yg cukup dilawan dg daya tahan tubuh yg kuat (dg cairan apa aja, kalo masih menyusu berarti ASI), bukannya dg antibiotik dan obat kimia lainnya.

Sayangnya, sebagian besar masyarakat kita sejak jaman dulu sudah terlanjur meyakini bhw kalo sakit berarti harus minum obat, sakit harus ke dokter. Ini juga yg sdh menjadi keyakinan eyangnya anak2. Saya sendiri baru terlepas dr obat2an yg ga perlu ketika saya sudah menikah. Dulu, pilek lgs a***vet, batuk sampe dikasih bbrp merk obat, sakit tenggorokan hajar pake antibiotik😦 Parahnya lagi, dokter2 Indonesia ternyata banyak juga yg tidak menganut prinsip RUM/RUD.Prof Iwan Dwiprahasto, seorg guru besar farmakologi UGM menyatakan bhw 50% obat yg diberikan dokter tidak rasional (liat di http://m.detik.com/health/read/2011/03/26/160950/1601917/763/50-persen-resep-obat-yang-diberikan-dokter-tidak-rasional ).

Karena itu, yuk kita belajar menjadi pasien yg berprinsip RUM/RUD. Caranya (versi saya):
1. Baca, baca, baca…. Ini bukan kata saya. Tp (kalo ga salah) kata2nya Dr. Purnamawati yg penganut RUD/RUM sekaligus pendiri yayasan orangtua peduli (YOP) yg terkenal dg sehatgroup dan markas sehatnya. Kata beliau, yg namanya jadi orgtua harus mau belajar, mau baca2, mau cari2 info. Baru inget, dokternya Shaznin pas bayi dulu jg pernah nasihatin begitu. Bacaan andalan saya terkaitan kesehatan dan penyakit (khususnya penyakit anak2) adalah http://www.milissehat.web.id, http://www.mayoclinic.com, dan bukunya Dr Purnamawati (Smart Parent). Bukunya dr Agnes yg Smart Patient juga recommended. Boleh jg ikutan milis sehat supaya banyak dpt info.

2. Cari dokter yg RUM/RUD. Kalau ikutan milis sehat, asiforbaby atau follow di twitter, insyAllah nemu deh dokter yg RUM/RUD. Atau googling aja. Saya taunya jg baru sekedar dokter umum dan dokter anak yg tmp prakteknya cukup terjangkau dr rumah. Seperti dr Purnamawati (KMC, rumahnya dkt Markas Sehat) dan para dokter di Markas Sehat (komplek PWR psminggu), dr endah citraresmi (rSia KMC), dan dr. Aman b. Pulungan.

3. Bersikap kritis.
Kalau udah dpt dokter yg RUM/RUD, mungkin sikap kritis ini ga perlu2 bgt ya. Kita tinggal enak aja konsultasi dan yakin kalo si dokter ga akan meresepkan obat2 yg ga perlu. Tapi, kalau ketemu dokter yg kita ga tau dia RUM/D atau gak, bersikap kritis ini penting banget. Misal, kalo dikasih obat, kita tanya buat apa. Dikasih puyer, tanya kandungan puyernya apa aja, utk penyakit apa aja. Puyer ini kan terdiri dari berbagai mcam obat yg diaduk jd satu. Nah, ini nih bs jd celah ‘kesalahan’ dokter dlm memberi obat, biasanya malah over dr yg dibutuhkan pasien. Tanya juga efek sampingnya apa. Trus, kalau perlu minta dokter utk menulis resep dg jelas, bukan dg tulisan cakar ayam. Kalau dokternya ga mau jawab dg pertanyaan2 kritis kita, lbh baik tinggalin aja deh. Cari dokter lain.

Ok, mudah2an kita semua bisa jd pasien yg cerdas ya, apalagi kalau berkaitan dg kesehatan anak2 kita. Saya mau mengutip kalimat bijak seorang dokter (sy lupa siapa nama dokternya) yg kurang lbh begini: Tugas dokter bukanlah mengobati penyakit, tapi mencerdaskan masyarakat (pasien) dlm hal kesehatan (penyakit).

So, sbg pasien, kalo ke dokter,kita jg jangan lgs orientasi minta obat biar sembuh. Niatin utk konsultasi mengenai treatment terbaik dr suatu penyakit. Dan jangan kecewa, kalo dokternya gak ngeresepin apa2🙂

Oiya, saya punya file tentang common problem in pediatrics. InsyaAllah saya copas di jurnal yg lain, sekaligus link2 yg memberi penjelasan lbh detail ttgpenyakit2 itu beserta rational treatmentny. Semoga kita bisa lebih bijak dan tenang dalam mengobati anak2 kita.


4 responses to “Kok gak kasian, anaknya sakit gak dikasih obat?

  1. Ina says:

    bagus banget infonya. makasih jadi lebih kritis lagi. sering ke dokter tapi klo dikasih antibiotik segala padahal cuman pilek, aku cuman simpan doank tuh obat. mau cara alami dari daya tahan tubuh si kecil ajah.
    salam kenal mbak.

  2. Refita Putriana says:

    Buku smart parent dan smart patient bisa didapet dimana ya bu?
    Boleh minta link2 common problem in pediatricsnya? Makasi sebelumnya :))

    • zehanachda says:

      Wkt itu sy lihat di Markas Sehat, bunda….atau mgkn bisa menghubungi dr Apin (dr arifianto) langsung via fb. Common problems in pediatric bisa googling dg tambahan keyword milissehat. Semoga membantu. Terima kasih sdh berkunjung 😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

RedCarra's Notes

Journal of Creative Writing, Blogging, Graphic Design and Daily Life

MAMAKU KOKI HANDAL !

walaupun masakan mama nggak sekece masakan koki hotel bintang 5, tapi masakan mama tetap paling penuh cinta. aku cinta masakan mamaku!

ruang cerita shant

apa adanya bukan seadanya

CENDEKIA

Kids and Junior Science Center

Syauqiya

My Life, My inspiration

Ellina Supendy

My Life and My World

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Dina Y. Sulaeman

About Life, Parenting, and Motherhood

catatan mama nisa

Jadi Ibu di Jepang.

Mencoba Sakinah

----- Keluarga KamiL -----

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Enlighten & Empower

Which of your Lord's Blessings would you deny...

miapiyik

A topnotch WordPress.com site

Catatan Hidup

Jadikan semua kejadian sebagai pembelajaran hidup

(new) Mbot's HQ

Ocehan gak guna seorang pegawai kantoran biasa.

teman imaji

Invisible yet not Impossible. I exist.

%d bloggers like this: