Blognya Bunda Ze

Tempat Bunda belajar menulis sekaligus berbagi….

No label No reward??

on September 14, 2012

Seorang teman melakukan survey sekolah untuk anaknya yg seusia Shaznin. Sekolahnya ini cukup terkenal dan muahaaalll (standard saya loh ya, tp si temen ini blg ga terlalu mahal :)). Lalu dia cerita sedikit ttg metode pengajaran di sekolah yg menarik hatinya.

Dari ceritanya itu ada satu hal yg agak mengganjal di hati. Yaitu mereka menerapkan metode no label dan no reward. Untuk label, bukan hanya label negatif yg tentunya saya setujui banget kalo ga diterapkan, melainkan jg tidak adanya label positif, spt anak pinter, anak soleh, dll. Jadi nih, kalo si anak misalnya nunjukin gambar yg dia buat ke gurunya, si guru tidak berkomentar, “wow, smart boy/girl…..dst”. Tp akan komen, “ok that’s good, so what other picture can u draw?”

Tentang no reward, detailnya saya ga diceritain. Mungkin melabelkan anak dg label ‘anak pintar’ juga termasuk reward?? Atau, ga ada yg namanya dikasih ‘bintang’ spt yg diberlakukan di sekolah Shaz?

Prinsip no label no reward ini berbeda dg apa yg sy pahami dan yakini selama ini. Yg saya tau, memberi label positif kpd anak akan membangun kepercayan dan keyakinan pada diri si anak bhw dia adalah sama dg labelnya itu. Maksudnya, kalo kita terus2an memuji anak dengan ‘anak pintar’. Ya, si anak akan semakin yakin dan percaya kalo dia memang pinter. Bgtu juga kalo kita kasih label negatif spt ‘anak bandel’. Anak jg bakalan yakin kalo dia memang bandel.

Saya teringat akan buku The Miracle of Water-nya Masaru Emoto. Di buku itu diceritakan bhw air apabila diberi kata2 positif akan membentuk kristal yg indah, sementara kalau diberi kata2 negatif tidak akan menjadi kristal yg indah. Sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air. Berarti kalau kita menanamkan/mengatakan kata2 negatif ke anak2 kita, jadi negatiflah anak2 kita. Sebaliknya kalau kata2 positif yg kita dengungkan, insya Allah anak kita jadi positif.

Nah, itu kan kalau dikasih label, kalau ga ada pe-labelan (positif) gimana ya?

Sekarang tentang reward. Reward menurut saya sih perlu untuk memotivasi anak melakukan sesuatu yg lebih daripada biasanya. Reward tidak harus berbentuk materi, terkadang peluk cium dr orgtuanya jg sdh menjadi reward bg anak (lesson from Shaznin’ case). Atau berbentuk pujian yg nyambungnya ke labeling juga. Spt “Subhanallah, anak bunda pinter sekali bisa pake baju sendiri”.

Saya jadi ngebayangin nih, apa rasanya menjadi anak yg berkembang tanpa label positif dan reward??
Contoh cerita, seorang anak pulang ke rumahnya dg riang gembira krn berhasil mendapat nilai 10 untuk Matematika. Nilai tertinggi tntu saja. Sesampainya di rumah, ia pamerkan ke ibunya. Dan reaksi ibunya, “baguuss, mata pelajaran apalagi yg kamu usahain dpt 10 lagi?”

Entahlah mungkin cerita di atas kurang tepat. Tapi, sya tetap blm bisa membayangkan bagaimana rasanya anak2 berkembang tanpa label positif dan reward

Well, ini pendapat saya aja yg masih pemula dalam ilmu parenting. Monggo kalau ada yg mau mengoreksi atau menambahkan. Dengan senang hati saya menerima🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

RedCarra's Notes

Journal of Creative Writing, Blogging, Graphic Design and Daily Life

MAMAKU KOKI HANDAL !

walaupun masakan mama nggak sekece masakan koki hotel bintang 5, tapi masakan mama tetap paling penuh cinta. aku cinta masakan mamaku!

ruang cerita shant

apa adanya bukan seadanya

CENDEKIA

Kids and Junior Science Center

Syauqiya

My Life, My inspiration

Ellina Supendy

My Life and My World

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Dina Y. Sulaeman

About Life, Parenting, and Motherhood

catatan mama nisa

Jadi Ibu di Jepang.

Mencoba Sakinah

----- Keluarga KamiL -----

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Enlighten & Empower

Which of your Lord's Blessings would you deny...

miapiyik

A topnotch WordPress.com site

Catatan Hidup

Jadikan semua kejadian sebagai pembelajaran hidup

(new) Mbot's HQ

Ocehan gak guna seorang pegawai kantoran biasa.

teman imaji

Invisible yet not Impossible. I exist.

%d bloggers like this: