Blognya Bunda Ze

Tempat Bunda belajar menulis sekaligus berbagi….

[WorldHijabDay] Ketenangan part 2

on September 5, 2012

Nyaman dan tenang, mungkin itulah alasan saya pd akhirnya memakai jilbab. Saat itu, bukanlah ayat2 al Qur’an yg menggetarkan hati saya utk segera berjilbab krn selama bbrp tahun saya menafikan kewajiban berjilbab dg alasan2 duniawi saya. Saya bilang sama diri saya, saya masih mau ‘bebas’ dulu, kalo dah berjilbab ga bisa ‘bebas’ lagi. Saya mau ngerasain punya pacar keren nan gaul, kalau pake jilbab, mana ada cowok ganteng gaul ngelirik saya. Lagian mana bisa dua2an ngobrol sama cowok (pacaran?) kalo saya pake jilbab? Kalo ga ada yg naksir saya krn saya pake jilbab gimana saya mau nikah? Saya mau berkarir dulu, kan pake jilbab susah dpt kerjaan. Arrrgghh…gemes sendiri, ternyata jaman SMU dulu saya cuma segitu cara berpikirnya. Hmmm, lain kali saya cerita kali ya tentang apa2 yg ada dalam pikiran remaja labil spt saya dulu :p
Back to the topic, tentang ketenangan saya ketika berjilbab, yg tidak saya rasakan sebelumnya. Sejak SD, kalau jalan sendiri (misal dari rumah temen), saya selalu ketakutan jika harus bertemu dg sekelompok anak laki2. Mereka itu, suka mengganggu, menggoda, bahkan ada yg berani mencolekšŸ˜¦ Ketika SMP, ketakutan itu harus saya hadapi lagi. Pulang sekolah naik bis, tempat turun dr bis berjarak cukup jauh ke rumah dan harus ditempuh dg jalan kaki (ga ada kendaraan lagi). Saya sering harus memutar arah menghindari kelompok anak laki2. Terkadang, jika terlanjur berhadapan dan saya tidak bisa memutar arah, saya harus berjalan secepat mungkin demi tidak mendengar ocehan menyebalkan yg mengusik saya. Dan malangnya, saya tidak hanya dilecehkan dg ocehan, suit2an dan tawa2 nakal mereka, tp pernah juga saya dicium dari belakang :((( Saya sudah berjalan cepat dan ternyata bocah itu berlari mengejar saya. Wkt itu saya ga terlalu mendengar derap langkahnya, sy pikir dg berjalan cepat sy sdh cukup jauh meninggalkan mereka. ternyata….:(( masih teringat dlm benak saya, tawa kemenangan mereka yg terbahak-bahak ketika saya berteriak marah dg air mata yg menggenang di pelupuk mata saya.
Kalau saja saya bisa ilmu beladiri saat itu, mgkn udah saya tonjok satu persatu *emosiberat*
Kalau ada yg bertanya2, “emang pake bajunya gmn dulu smpe digodain?” Temen2 SMP saya rasanya bisa menjadi ‘saksi’ bgmn model berpakaian saya dulu. Saya suka pake gombrong2, rok smp di bawah lutut, suka pake dobelan kaos (bukan kaos dalem ya), pake dobelan celana lagi, ga dandan (ga pake anting, jepit, ga bedakan, dll), pokoknya polos los. Jadi, kalau berdasarkan pengalaman saya, berpakaian sopan tidak mencolok pun, saya tetap mendapat pelecehan. Berbeda ketika saya memakai jilbab. Melewati kelompok laki2, baik itu anak2 berseraga, sekolah ataupun sopir2 bis/angkot di terminal, naik kereta sendirian, dll, saya bisa melakukannya dg tenang tanpa gangguan dan godaan. Paling banter ada yg iseng ‘menyapa’, “Assalamu’alaikum”.Selain ketenangan, pikiran2 duniawi saya yg tadinya menghambat untuk berjilbab juga hilang seketika. Yang ada, dengan berjilbab saya merasa lebih ‘bebas’, bebas menentukan siapa yg boleh melihat aurat saya. Saya jg berusaha lbh menjaga pergaulan saya. Gak kepikiran lagi mau pacaran, yg saya pikir bisa nemu seseorang yg mau lgs menikahi saya. Gak kepikir juga gmana bakalan dpt jodohnya, krn dlm hati saya merasa jodoh itu akan didatangkan olehNya di waktu yg tepat. Yah, mungkin itulah hidayah. Ketika orang berkata, “Saya blm berjilbab krn belum dpt hidayah”, saya malah merasa dpt hidayah krn berjilbab. Ketika org bilang, “Saya mau memperbaiki diri dulu, baru berjilbab”. Saya justru lebih terpacu utk memperbaiki diri setelah berjilbab. Ketika org berkata, “Yang penting jilbabin hati dulu”. Saya justru lbh berusaha dan belajar menjilbabi hati stelah berjilbab.
Tahun ini, baru 15 tahun saya berjilbab. Saya bersyukur bhw saya tidak mengalami rintangan dan tantangan apapun. Hingga kini, saya belumlah menjadi muslimah yg sempurna, yg sesuai dg tuntunan Islam. Tp jilbab ini, seakan sebagai pengingat, penegur dan pengawas saya untuk selalu berusaha menjadi orang yg lebih baik dan lebih baik lagi. Ya Allah, semoga Engkau istiqomahkan hamba di jalan yang Engkau ridhoi ini. Berilah selalu hidayah dan petunjukMU, agar kelak hamba bisa menghirup harum surgamu. Amiin


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

RedCarra's Notes

Journal of Creative Writing, Blogging, Graphic Design and Daily Life

MAMAKU KOKI HANDAL !

walaupun masakan mama nggak sekece masakan koki hotel bintang 5, tapi masakan mama tetap paling penuh cinta. aku cinta masakan mamaku!

ruang cerita shant

apa adanya bukan seadanya

CENDEKIA

Kids and Junior Science Center

Syauqiya

My Life, My inspiration

Ellina Supendy

My Life and My World

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Dina Y. Sulaeman

About Life, Parenting, and Motherhood

catatan mama nisa

Jadi Ibu di Jepang.

Mencoba Sakinah

----- Keluarga KamiL -----

Pursuing My Dreams

Indonesian who loves gardening, live in Germany

Enlighten & Empower

Which of your Lord's Blessings would you deny...

miapiyik

A topnotch WordPress.com site

Catatan Hidup

Jadikan semua kejadian sebagai pembelajaran hidup

(new) Mbot's HQ

Ocehan gak guna seorang pegawai kantoran biasa.

teman imaji

Invisible yet not Impossible. I exist.

%d bloggers like this: