Blognya Bunda Ze

Tempat Bunda belajar menulis sekaligus berbagi….

Bunda vs Tantrum (2)

on November 11, 2012

Tahap selanjutnya….

3. Time Out
Anak belum juga mau diam dan mereda. Dia malah semakin marah dg aksi diam kita. Kita merem, dia teriak, “Jangan mereeemm, jangan tiduuur”. Kita masak, makan, ke kamar mandi, duduk di sofa, dll, dia mengikuti dan meraung2 disebelah kita. Kadang sambil narik2 baju atau pukul/tendang. Alhamdulillah sampe sekarang anak saya ga pake pukul/tendang. Buat ibu2 yg masih bisa tenang kalau keadaan sudah smpai begini, DUA JEMPOL deh :). Kalau saya, saya udah mulai terpancing emosi, bawaannya pengen nyubit, pengen bentak…. Nah, inilah waktunya time out. Time out versi saya adalah memisahkan kami berdua. Awalnya, saya hanya mendudukkan Shaznin di kursi, menyuruhnya duduk disitu sampai tenang baru kami bicara. Pernah juga hanya mengangkatnya ke kamar (kasur/pojok kamar) dg pesan yang sama, “Tetap disitu, kalau mbak nin bisa tenang/diam, baru nanti kita bicara.” Dulu sih nurut2 aja, dia disuruh ‘diam’ ga ngikutin saya. Tp sekarang dia akan terus mengikuti saya. Akhirnya time out kali ini hrs dg menggendongnya ke kamar, lalu menguncinya. Atau sebaliknya, saya masuk kamar dan mengunci diri dlm kamar. Jangan lupa, sampaikan pesan bhw kita akan bicara stlh dia tenang. Apakah anak akan langsung diam dan tenang? Ooo, tentu tidak. Dia akan mengamuk, teriak2 minta pintu dibuka. Terus? Di saat itulah konsistensi kita sedang diuji. Apakah kita bertahan dg time out itu atau kita luluh dg teriakan dan tangisnya yg semakin memilukan dan menyayat hati. Jujur, gak tega. Tp saya hrs menunjukkan bhw ketika saya mensyaratkan dia utk tenang agar bisa bicara, itu adalah syarat serius, bkn ancaman, bkn gertakan yg segera luluh dengan tangisannya. Supaya anak juga bisa mengerti bahwa untuk mendapatkan keinginannya, bukanlah dg menangis teriak2 melainkan dg bicara baik2. Oiya, time out ini juga ada wktnya ya. Pernah baca kalau sebaiknya time out adalah selama beberapa menit sesuai usia anak. Jd kalo Shaznin usia 3,5 th, sy kasih time out 3,5 menit. Kalau wkt time out sudah habis dan dia blm juga reda, sy akan bertanya, “Sudah siap bicara sama bunda?”. Jika tanggapannya masih dg tangis teriakan, saya tambah 3,5 menit lg. Alhamdulillah biasanya ga perlu nunggu time out kedua habis, Shaznin sudah mau tenang.

4. Kembali bicara baik2
Saat anak sudah tenang, ibunya jg tenang, inilah saatnya bicara. Biasanya saya mulai dg mengajak Shaznin berpelukan meski Shaznin sering menolaknya. Maklum meski sdh tenang, dia masih ‘marah’ dg saya. Saya ambil posisi sejajar dengannya, menatap matanya, dan saya pegang tangannya. Saya memberi penjelasan, kami bernegosiasi dengan baik2. Jika penyebab tantrumnya sy sadari adalah kesalahan saya, saya minta maaf lalu mengajaknya berpelukan lagi dan kasih dia ciuman.

Begitulah pengalaman saya menghadapi tantrum. Alhamdulillah sy lihat Shaznin sdh mulai mengerti. Kalau dia mau marah/nangis, dia bisa langsung tenang jika saya memintanya bicara baik2. Kalau akhirnya tantrum dan sampai time out, Shaznin cepat menyadari bhw dia hrs bicara baik2 jika ingin time out berakhir. Saya percaya bhw kami berdua sama2 belajar berkomunikasi dan kami sedang berproses menuju yang lbh baik.

PR saya yg lain adalah belajar dan mengajarkan komunikasi yg baik ke adeknya, Ziqri (22 bulan) yg jg mulai pinter meneriakkan keinginannya. Mungkin ada para bunda/ayah yg baca tulisan ini mau berbagi?

Terakhir, saya mempersilakan kalau ada yang mau mengkritik/memberi saran terhadap tulisan saya ini. Terima kasih sebelumnya. Semoga bermanfaat :).

About these ads

5 responses to “Bunda vs Tantrum (2)

  1. zehanachda says:

    UPDATE (tulisan mau diedit blm berhasil. jd sy update di sini): Alhamdulillah, seorang kakanda saya (websitenya http://www.okinafitriani.com) yg psikolog dan menguasai ilmu parenting memberi masukan kpd saya. Bhw time out dg mengunci bisa menimbulkan masalah baru, yaitu anak bisa jd phobia ruang tertutup (astaghfirullah, sy ga kepikiran euy). Sbg gantinya, lbh baik disediakan kursi time out dg timernya. Sekian terima kasih :).

  2. lisa says:

    InsyaAllah kita selalu diberi kesabaran untuk bisa mengatasi tantrum anak yaa… saya pernah dengar talk show & baca buku Ayah Edy tentang mengatasi tantrum pada anak. bagus banget deh tips2 yg diberikan oleh Ayah Edy ini. kurang lebih caranya bunda sudah benar, hanya saja mengenai ‘hukumannya’ lebih baik diberi tingkatan. kalau tantrumnya masih level rendah, cukup disuruh duduk di kursi hukuman (misalnya di pojok ruangan), kalau nggak mau baru kita suruh masuk ke kamar mandi selama beberapa menit, kalau masih parah disuruh masuk kamar mandi lampunya dimatikan :) seperti itu awalnya.. tapi lama2 anak akan mulai berpikir untung-rugi, daripada masuk kemar mandi mendingan berhenti nangis dan bicara baik2 dengan kita. bukunya sudha banyak ada di gramedia kok… InsyaAllah berguna banget buat kita :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

ruang cerita shant

apa adanya bukan seadanya

CENDEKIA

Kids and Junior Science Center

Syauqiya

My Life, My inspiration

Ellina Supendy

My Life and My World

Dapur Hangus

Catatan Chef Abal-abal

Dina Y. Sulaeman

About Life, Parenting, and Motherhood

catatan mama nisa

My first journal about being a mother. It's just amazing...

Mencoba Sakinah

----- Keluarga KamiL -----

Pursuing My Dreams

Memasak, Berkebun, Belajar Bahasa & Hari-hariku di Jerman

Enlighten & Empower

Which of your Lord's Blessings would you deny...

miapiyik

A topnotch WordPress.com site

Catatan Hidup

Jadikan semua kejadian sebagai pembelajaran hidup

(new) Mbot's HQ

Ocehan gak guna dari seorang pegawai biasa.

teman imaji

Invisible yet not Impossible. I exist.

KOLOR INI

Komunitas Blogger WordPress.com Indonesia

BuFeb's Home

Celotehan BuPeb

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: